Hari Minggu, 16 September 2007 digelar sebuah festival music spektakuler di Monash University-Clayton campus. Beruntung banget diriku bisa menjadi salah satu penontonnya. Festival ini digelar tiap tahun, sebagai project dari Monash University Academy of Performing Arts. Jadi students yg punya nyali dan prestasi “adu” kepintaran main musik ma dosennya pada satu panggung. Festival tahun lalu aku juga nonton, tapi konsepnya beda banget. Tahun lalu dinamai Monash Philharmonic Music Festival dan performernya tidak hanya dari Monash Uni, tapi juga music society lain sekitar Melbourne.
“Music in the Round” sendiri sebenernya merupakan konsep festival musik yang berasal dari ide kreatif seorang pemain biola Melbourne McDermott, yang kemudian menjadi desain original dan inspirasi festival chamber music populer di Melbourne. Baru tahun ini Monash mengusung konsep ini di kampus.
Music in the Round at Monash di mulai dari jam setengah satu siang sampai sekitar jam 9 malam. Sampai jam setengah lima sore ada 4 sesi performance yang parallel di 5 indoor stages. Wah, rada bingung pilih stage yang mana, soalnya kita ndak bisa bludas-bludus alias keluar masuk tempat pertunjukkan apalagi yang musik klasik, bisa diplototin yg lain.
Di sesi pertama aku bingung pilih antara: Monash Stage Band (plays Duke Ellington) vs Bach & Grieg (double concerto for Violin and Oboe) vs Bach to Bernstein (the glory of brass spanning three centuries). Akhirnya akupun memilih Bach yg dimainkan pakai biola dan oboe. Bach istimewanya di melodinya yang nge-slow dan deeply touching. Nah klu mainnya pakai violin and oboe pastilah cocok..semakin menyayat2 gt..aku butuh katarsis soalnya..hi3. Benar saja..belum 5 menit senar2 biola itu melengking2..daku sudah berurai airmata. Biasalah, seringkali daku mengingkari sakitnya duka dan perihnya derita..hiks..ketika tiba2 ada media untuk mengekspresikannya..jebollll dehhhh.. Tapi habis gt rasanya plong banget..:-)
Sesion kedua gak gitu susah pilihnya, tiada lain tiada bukan: Chamber Jazz. Apalagi Robert Burke juragannya study jurusan musik jazz Monash Uni ikut ngejazzz.. whuahhhhh..menggelepar2lah daku..(stage yg lain bawain karya Schumann & Hurlston; Beethoven; Mozart; S.Saens).
Sesi ketiga..empat..wisss..aku males beranjak dari Jazz Studio stage. Ada Monash World Music ma Brazillian Jazz. Monash World Music memainkan musik tradisional dari berbagai belahan dunia yang dikemas secara estetik dan modern. Aku dah pernah ngeliat Monash World Music di International Jazz Festival di Melbourne beberapa bulan lalu. Aku suka banget ma warna musik2nya dan dah kadung jatuh cinta ma Sam Evans yang “hot” banget mainin semacam gendang gt. Terus Jethro-drummer- meski penampakannya gak ndayani blas (tampang petugas laborat gt..:-D)..klu dah nggebuk drummm..duh3. Beberapa kali nge-jam..dirikupun terkaing2..muantap puolll. Brazillian Jazz-nya super duper dehhh. Selain karena si Robert Burke muncul lagi ada Doug De Vries, gitaris, yg jadi dosen tamu di Monash Uni yang khusus didatangkan dari negara asal muasal Brazzilian Jazz itu sendiri.
Jam setengah enam sore ada pertunjukan “Sonic Art Laptop Quartet” di outdoor stage. Aku sempat nonton sebentar, ada 4 org utak-utek laptop terus mengeluarkan bunyi2an infra/ultrasonic gt bersahut2an. Sayangnya aku gak bisa nonton pek habis, pulang dulu, buka puasa..hi3.
Jam setengah tujuh malam aku balik kampus, masih kebagian satu komposisi dari Ensamble Jazz di outdoor stage. Terus jam 7 malemnya di Robert Blackwood Hall, Monash Academy Orchestra mengusung karya Handel, Berlioz, Rossini dan Respaghi. Menampilkan pula soloist soprano dan clarinet, yang untuk bisa tampil malam itu musti melalu kompetisi dulu.
I was so lucky; I was there and enjoyed such an amazing music festival. And as usual when I watch the live music I love.. I got my Big O..again and again..;;)