Kemarin pas nonton Idola Cilik di RCTI (salah satu acara tv yg aku suka, jenuh ma sinetron n infotainment, huhhhhh!), terkernyitlah daku (bahasa apa neh..:D) mendengar komentar salah satu komentator kepada salah seorang peserta: “Be Yourself”. Komentar ini ditujukan ke Siti, kalau gak salah usianya 10 thn, cewek tp kyk cowok, sejak kecil dah jadi petinju untuk mengumpulkan rupiah, demi membantu kluarganya. Kalau ini bener adanya, aku bayangkan dia mungkin hanya “diadu” buat taruhan penontonnya..poor Siti..(semoga tidak benar). Terang saja Siti ini penampilannya tomboy abis. Meski cenderung kurus tp kliatan kekar sekaleee.. (cowok bggt gaya dan penampilan fisiknya). Bagaimana buah dadanya akan tumbuh dengan sempurna dan dia menjadi wanita istimewa kalau tiap hari dihajar di bagian situnya (menurut pengakuan Siti hanya dia seorang yg cewek, jd bayanganku ya aturan tinju khusus cewek yang melarang menjadikan daerah2 tertentu sebagai sasaran baku hantam gak berlaku...hiks.. poor (lagi) Siti. Nah, pada episode sebelumnya ada salah satu komentator minta dia pakai rok kalau lolos di babak berikutnya. Beda banget dg penampilan sebelumnya, kemarin ntu dia pakai rok untuk memenuhi permintaan komentator. Dan memang Siti kliatan canggung bangets. Lalu terlontarlah komentar “martir” komentator yg lain..untuk “Be Yourself” itu, demi melihat Siti memakai kostum yg dibilangnya “tidak bernyawa” (apa maksudnya, coba?)..hiks-hiks..(lagi-lagi) poor Siti..*hela nafas puanjaaaaaaaaaaaaaaaaaaaang bangets* BE YOURSELF? Bulshit bggt dah! Dari cuplikan peristiwa di atas aja krasa..krasa ndak? :-D Manalah mungkin buah semangka berdaun sirih, manalah bisa kita menjadi diri sendirih? :-P Kalau “Be Yourself” maksudnya untuk bisa “menerima” diri kita sendiri, dengan segala kelebihan dan keterbatasan kita, itu memang baik. Dalam ilmu psikologi, kalau gap antara “ideal self”(angan2) ma “real self”(kenyataan) makin tipis, secara psikologis kita akan semakin sehat. Namun “kata mutiara” ini sepertinya hanya bisa dijalankan di otak dan hati kita. Ketika hal ini harus di operasionalkan secara nyata bin kasat mata oleh orang lain ya nanti dulu.. Tidak bisa dipungkiri bahwa selama kita berkomunitas dengan manusia lain, pastilah ada “aturan main” yang mau tidak mau kita musti merangsak “masuk” dalam aturan main itu. Bukannya mau munafik, tapi..yahhh..supaya kita bisa diterima..supaya kita bisa hidup berkomunitas secara harmoni. Padahal masing2 dari kita kan punya lebih dari satu komunitas, yang sudah pasti punya aturan main yg tidak sama. Bahkan di dalam satu komunitas pun bisa jadi ada lebih dari satu aturan main yg berbeda2..(merujuk insiden Idola Cilik di atas, saran para komentator kan jelas saling bertubrukan satu sama lain..ironis!). Berapa banyak “topeng” yang musti kita pakai secara bergantian untuk menyesuaikan dengan aturan main yang berlaku, supaya kita bisa “survive”? Lalu bagaimana kita bisa “Be Ourself”? :-o Seberapa sering kita mengingatkan ke orang lain untuk: “Be Yourself”? Mungkin kita sudah merasa menjadi orang paling bijak sejagat raya ketika kita mencekokkan “nasihat” itu ke orang lain. Padahal kalau ditlusur2i..bukannya bagaikan menyumpal orang itu dengan dilemma yang maha dahsyat dan tak berkesudahan di kemudian hari dalam diri orang itu? Apalagi untuk kasus di atas..kepada seorang anak usia 10 thn..apa nantinya anak itu ndak jadi bingung ma identitas dirinya sendiri?what a horrible nightmare! Gosh!!! Lagi-lagi aku hanya bisa bilang...poor..poor, Siti..*pengen rasanya menghambur dan memeluknya..lalu bernyanyi..do-re-mi..re-mi-fa..fa-sol-la-si-dooooo..* Jadi sebelum menasihati orang lain dengan jurus maut “Be Yourself” ya..”Be Cautious” dulu lah. Yaaaaa????!!!!
Sebenernya capek ngomongin budaya ngantri di negeri ini. Kenapa ya susah banget kita memilikinya. Mo boarding ke pesawat mesti sikut2an, padahal jelas2 sudah ada nomer seatnya. Turun dr pesawat jg musti gencet2an, padahal jelas2 bandara kan tetep ngejugrug di tempatnya, ndak akan pergi kemana. Apa budaya berebut sudah menjadi archetype bangsa ini, yg diturunkan dari nenek moyang kita dulu? Sudah menjadi insting bangsa ini kalau tidak berebut bisa2 tidak kebagian? Aku sendiri jg gerah dengan beberapa pengalaman yg mbencekno alias menyebalkan belum lama ini. Kasus I : Ngantri di Kasir Dept Store Sebulan lalu, aku nganter keponakan kecilku beli mainan di Sri Ratu-Madiun. Pas mau bayar di KASIR 33, aku liat cuman ada satu customer yg sedang dilayani kasir. Di depan kasir ada dua tiang pancang dan tali yg menghubungkan keduanya, sebagai penanda tempat antrian. Aku sempat bingung karena ndak ada petunjuk mulai antrinya dari sisi sebelah mana. Ya sudah lah aku ambil dari salah satu sisi, dan aku ngantri di blakang customer yg sedang dilayani. Tiba2 ada lelaki muda, tegap nan gagah perkasa nyelonong di antrian melalui sisi lain dari tempat aku ngantri dan langsung menyodorkan nota pembelian di atas meja kasir, sementara customer sebelumnya jg masih lom kelar urusannya. Spontan dahiku berkerut, mataku pastilah dah melotot bak ikan mas koki. Keponakanku aja jg reflek mendorong aku untuk minta giliran duluan. Aku hanya elus kepala bocah itu, lalu aku tatap bapak itu. Tapi si bapak malah membusungkan dada, seolah mengejekku: “Gue dong dapat duluan, he3” Hmmm..gondoklah pasti. Tp baru sebelah gondoknya, aku masih bisa bersabar. Sambil senyum2 kecut menghibur hati, aku nunggu reaksi mbak Kasir; berharap dia paham budaya antri, mengingatkan ke bapak itu untuk antri dan mendahulukanku dong. Celakanya, bapak2 itulah dilayani duluan. Ghrrrrrr…Dah gondok kiri kanan nih! Gitu aku dapet giliran, ndak tahan lah mulutku ini.. “Mbak, yang bener ngantrinya dari sebelah kiri atau kanan, ya. Kok tidak ada tanda dr mana masuknya untuk ngantri?” tanyaku. “Ya..dari sebelah sana bisa, dari sebelah sini juga bisa, bu“ jawab kasirnya dengan enteng tanpa perhatikan klu aku dari tadi dah nahan esmosi..siap mbledhos! Eng-ing-eng…musti dikasih “pelajaran” ni si embak… “Bikin antrian yang bener dong mbak! Apa fungsi tempat antrian ini klu cara ngantrinya kyk gt. Mustinya dikasih tulisan masuknya dari mana!” Si mbak kasir senyum2 tanpa brasa bersalah. Aku menunggu kata “maaf” dari dia. Sepelan apa pun, aku tunggu..please, say it.. Satu…duaaaaa…tiiiii… Sia2 dahhhh…ooo-la-laaa...tak sikat sisan… “Mbak itu klu jd kasir jgn cuman nunduk ngeliat uang doang! Liat customer juga, dong. Yang antri duluan didahulukan!!!”. Si mbak cmn senyum, tp terlihat seperti robot yang senyumnya terpogram tanpa tau makna. Garing abizzzz. Aku liat ada wanita lain dari belakang mbak kasir dan mendekatinya. Sragamnya lbh keren, mungkin supervisornya. Aku yakin dia denger apa yang aku omongkan, tapi berlagak tidak tau. Huhhhh..sama saja..Menyebalkan! Si mbak kasir sibuk ngeprint receipt dan siapin kembalian. Kasihkan ke aku, lempar senyum innocent dan say “Terima kasih, bu”. Kata “Maaf” yang cuman empat huruf, dan cukup diucapkan dgn dua suku kata ini, kenapa susah banget keluarnya!Hermaaaaannnnn… Apakah ini menegaskan bahwa ANTRI itu TIDAK PENTING! WHO CARES??? Gitu kali yg ada di otak mbak kasir itu. Kasus II: Ngantri di Bank One day, aku ke BTN Sidoarjo mo confirm auto debet angsuran KPRku plus sisa utang, krn selama setahun terakhir aku gak terima rekening koran. Pas aku lingak-linguk, ditanyai satpam ada keperluan apa, lalu dikasih tau dimana bagian KPR. Di lantai 2, di depan bagian KPR yg ditunjukkan kepadaku ada 4 atau 5 meja gitu. Di depannya ada deretan kursi yang penuh dengan customer, aku hitung hampir 20 orang. Dari 4/5 meja itu ada dua org pegawai bank, meja lain kosong. Satu lelaki sedang melayani customer, satu perempuan sedang sibuk dengan komputernya. Aku mengamati sekelilingku, penampakan orang2 yang lagi duduk2 itu kliatan pada gak tenang. Pasti lg ngantri, kliatan banget dahhhhhh..blingsatan, takut keduluan..:-P Aku cari tempat duduk, dah gak ada lg yg kosong. Yadah berdiri saja, sambil meraba2 kira2 antriannya dari mana, ya? Ato mana orang yg terakhir datang sebelum aku, yg bisa aku pakai sebagai patokan kapan aku dapat giliran. I HAD NO CLUE AT ALL!! Setelah menunggu selama 15 menit, satu customer yg dilayani td belom kelar juga, aku mulai gelisah. Kalau caranya gini kapan aku dapat giliran, sementara banyak urusan yg hrs aku selesaikan hr itu. Maka aku datangi mbak yang “mainan” computer itu. “Mbak, yang duduk2 ini semua pada ngantri di bagian KPR ya?” tanyaku. “Kurang tau ya, bu..” Lho???!!! Tuing-tuing..beberapa kunang2 menari2 di atas kepalaku.. “Lah ngantrinya darimana ya, mbak..?” “Wah, saya juga tidak tau. Nanti kalau meja bapak itu kosong langsung masuk saja” kata mbaknya sambil menunjuk satu2nya pegawai bank yg sedang melayani bejibun customer. Ohhhh…indahnyaaaaaa… Aku ngeloyor menjauhi si mbak yang sibuk ma komputernya. Sambil mereka-reka: si mbak sibuk apa ya? Jgn2 sibuk ngeposting ato reply comments di Multiply..gubrrraaaaaaaakkkkk..waaqaqaqaqaaa… Lebih dari setengah jam, ndak ada tanda2 aku segera dapat giliran. Kepalaku yg aslinya ndak ketombean apalagi kutuan mulai kerasa gatal, minta digaruk. Jengahhhhh.. Aku lemparkan pandanganku ke kiri kanan. Ada petugas bank yang kliatannya “senior” lewat, terus mengambil berkas di salah satu meja. Langsung kuhampiri dan kujelaskan maksud kedatanganku. “Tunggu sebentar ya, bu. Saya sedang melayani customer,” “Baiklah…” kataku, sedikiiiiiiit.bernafas lega. Ndak beberapa lama bapak yang baik hati itu menghampiriku.. “Mari ikut saya, bu..” Lalu aku dibawanya ke sebuah ruang dan mendapatkan pelayanan yang sangat memuaskan, hi3… Ooooo..gt toh caranya… Kenapa kita ndak terbiasa menggunakan bahasa tulis saja yaaaa.. Kasih petunjuk yang jelas urusan ini di sini..itu di situ..kan enak. Lah ya klu aku ndak agresif gt mana tau aku.. Terus klu aku ikut ngantri antrian yg gak jelas gt, bisa2 aku nunggu pek elek .:-P. Kasus III: Ngantri Nyambung Listrik di PLN Rumahku di Sidoarjo, dah hampir dua tahun gak ditempati, karena ada sedikit keruwetan, salah paham ma my ex hubby, listrik gak terbayar selama lebih dari 3 bulan. Akibatnya listrik dicabut, meteran dibongkar. Alhasil pas aku urus di kantor PLN aku hrs bayar tunggakan plus apply penyambungan listrik baru. Tapi ternyata musti ANTRI, gak ada ready stock material. Baiklahhhh… Aku tanya berapa lama aku hrs menunggu, Mbak Ririn-petugas yg di stand by di front office menjelaskan, “Maaf, bu. Kita belum ada materialnya. Mungkin kurang lebih satu bulan lagi, bu..” Meski rada shock jg dengan durasi waktunya, namun aku agak sedikit terhibur dengan pelayanannya yg ramah dan manis plus bonus kata “maaf” yang terdengar adem di telingaku. “Aku gak punya tempat tinggal lain, mbak. Ada ndak cara lain yg bisa dilakukan agar bs dipercepat prosesnya” tanyaku memancing2..siapa tau ada “strategi” tertentu yg melibatkan..ehmm..uang pelicin, gt. “Wah, maaf bu. Saat ini saja antriannya sudah menumpuk. Harus ngantri,” “Hmmm..baiklah. Boleh saya tau bagaimana saya dapat informasi kalau materialnya sudah tersedia untuk saya, mbak?” “Ibu tinggalkan nomer telpon yang bisa dihubungi, nanti saya hubungi,” Wahhhh..aku rada trauma dengan term MENUNGGU ini. “Boleh saya saja yg telpon mbak Ririn?” Rada lama si mbak meng-iya-kan. Lalu dengan gemulai dia bilang; “Hmm..coba 2 minggu lg ibu cek, silakan menghubungi PLN,” “Dua minggu lagi berarti tanggal berapa ya mbak?” tanyaku rada mendesak, hi3. Pokoknya aku mau yg jelas2 saja..tuntas-tasssssss..:-D Pada tanggal yg sudah disepakati aku menghubungi mbak Ririn-PLN via telpon. Ternyata belum ada material untuk rumahku. Masih harus ngantri. Dan lagi2 ngantri di antrian yg TIDAK JELAS. Hmmmm...otakku langsung berputar cepat. Aku membayangkan yg ruwet2 gt dahhh. Ngantrinya kan ndak jelas, bisa ndak fair, mana kita tau klu tumpukan aplikasi itu dibolak-balik urutannya? Seandainya setiap org yang apply dikasih nomer antrian, terus setiap kita cek kita bisa tau yg sudah dapat giliran nomer berapa, kita kan jadi tenang dan tidak parno. Karena kita jadinya bisa tahu masih seberapa lama kita menunggu; dan kita juga tahu kalu antrian kita sedang diproses. Antrian yang aneh...:-(
ANALISIS Kenapa budaya ANTRI tidak kita miliki?
1. Berebut Mungkin budaya berebut memang sudah jadi insting negeri ini, yang diturunkan oleh embah2 kita dulu. Secara dulu memang wajar, kekayaan kita direbut penjajah, dan sesama kita sendiri musti berebut biar bisa makan. Tapi sekarang kan dah merdeka, kenapa kita gak berani untuk berubah? Mengubah perilaku lama yg dah mengakar itu memang tidak mudah. Tapi klu berubah untuk sesuatu yg lebih indah, kenapa tidak? Bangsa ini sudah merdeka, man! Mental bangsa terjajah musti kita tanggalkan! 2. Kurangnya penghargaan akan WAKTU. Sebenarnya slogan TIME IS MONEY dah lewat, tergantikan oleh INFORMATION IS MONEY! Tp kita kan lom bisa bikin mesin waktu yg bisa begitu saja melompat dari satu track ke track yg lain, hi3. Penghargaan akan waktu kita masih sangat memprihatinkan. Mungkin ini juga yg menyebabkan orang tidak perduli dengan budaya ANTRI. Kantor2 layanan publik jg merasa tidak perlu membudayakan ANTRI karena gak sadar bhw antrian yg gak jelas dan gak fair itu membuang waktu orang yang ngantri. Coba klu mereka sadar sudah berapa banyak waktu yang mereka “CURI” dari customer mereka untuk ngantri! THEY DON’T CARE! 3. Yang besar/kuat yang menang. Ini dah jaman edan, man! Smua2 jd berkebalikan. Yang punya Laptop ato HP aja dah slalu upgrade, cari yg terbaru; yg seringan dan sekecil mungkin. Yang beli tipi juga cari yang setipis mungkin. Yang cari bojo..cari yang seramping mungkin..loh..hubungane opo? waqaqaqa…:-P Dah gak jamannya lah HUKUM RIMBA itu dilestarikan. JADUL bangeeet, daaahhhh.. Dan..menyamakan budaya antri dengan penggalangan masa untuk kampanye? Ndak ada pantes2nya lah.. *garuk2 kepala lg, aku..* SOLUSI Klu ngomongin solusi..yaaa.. Ayo sama2 belajar ngantri. nDak perlu sekolah tinggi2 untuk blajar ngantri..ndak perlu TPA..ndak perlu tes TOEFL/IELTS.. hi3. Slain itu mbok ya mari kita saling mengingatkan. Klu nemu kasus seperti di atas langsung sikat saja! ehhh..mengingatkan, gt. Jangan diam aja ato cuek apalagi malah ikut arus; ikut “rusak”...payaaaahhhhh..:-( Apa guna otak dan mulut kita? Jangan biarkan otak kita beku, jangan biarkan mulut kita bisu! ANTRI…WHO CARES??? ALL OF US MUST CARE!!! Nb: Kok kayak iklan layanan masyarakat, yah. Antin semalem emang lg kesurupan..:-P
Today is the second day of my 7 days diet program. I got the program from teachers from the school, who have done this program, and they said this diet program does works! When I told them yesterday that I'm doing the diet. Sure they said dont understand why I do it and kept asking what's wrong with me? One of them said "if you loss 5 kilos, what left then?". Just wondering..4.5-7.5 kilos loss in 7 days? Without doing any exhausting exercises?Come on!!! It's claimed that this 7-days eating plan will clean out your system of impurities and give you a feeling of well being. A special soup made from several veggies should be eaten, and also particular kind of food can be consumed each day during a week. Yesterday I just ate the soup and fruits, any fruits except banana. Today's menu is soup and veggies during the day, and at dinner time tonight I can reward myself with a big baked potato and butter. If u're interested to get more information about this such "silly" diet program check this site out: Sacred Heart Medical Diet.
Kemaren habis supervisi placement, aku masih ada appointment lg dengan supervisor thesis. Padahal kepala dah puyeng, masih hrs diskusiin factor analysis thesisku..wuaaaaa..:-(( . Sejam daku dah nyerah..ampun2 deee..biasanya pek 2 jam..aku dah gak mampu mikir, pamit. Akhirnya daku berjanji bwt nyampaiin hasil riset yg lain lewat imel ma bliau :-o Nyampai rmh trs bikin maktabrak andalan, slesei dalam wkt sejam. Jam tujuh kurang seperempat Marged (supervisorku) nelpon: "Antin, sorry I'm running late. I'll pick u up quarter past". Emang sebelumnya janjiannya jam tujuh. Jam tujuh duabelas Marged dah di depan pintu rumahku. Langsung cabut, Marged membukakan pintu mobil untukku, dan menutupnya kembali setelah aku masuk mobilnya. Gilaaaa..sampai segitunya..aku sampai gupuh ndak karuan. Mana ada dosen Indo seperti itu? Kalu ada pasti mhsnya jadi ngelunjak terus kurang ajar..:-D Setelah masukkan mobil ke garasi aku diajak bliau masuk ke dalam sebuah ruangan.gelap. Gitu lampu dinyalakan..surprise..hundreds bottle of wine there!Gudang Wine!!!Ternyata bliau punya kebun anggur dan bikin wine sendiri. Then bliau tanya "Antin, do you have any preference which one do like, red or white wine?" Ehmmmm...cerita selanjutnya bagian ini sensor ajah yahhhh..sara :-o Masuk ke rumahnya disambut dengan tiga kucing cantik2. Yang satu dewasa, dua yg lain usia tanggung gt. Katanya itu kucing nemu terus dirawat. Padahal sumprit itu kucing bukan kucing sembarangan, bukan kucing pasar apalagi kucing garong..waqaqaqa. Yg dewasa namanya Nutmeg. Si Nutmeg kena Diabetes, sehari 2 kali Nutmeg disuntik insulin. Aku ngeliat sendiri gmn Marged masukin insulin ke tubuh Nutmeg. What an expensive cat!!! Terus duduk2 di ruang tamu, berdua saja. Jim, suami Marged belum pulang kerja. "What kind of music do you like, Antin?". "I love Jazz" kataku. Terus dia nunjukkin satu rak diantara beberapa rak CD yg isinya Jazz smua, terus aku disuruh pilih2 sendiri, sementara dia microwave-in martabak telur yg kubawa. Aku pilih Chick Corea and Gary Burton (chrystal silence). "A great choice, Antin. It's one of our favorites" gt katanya. Lalu kita ngobrol ngalor ngidul sambil dengerin musik dan maem martabak ditemenin 3 kucingnya. Then makan malam pindah ke ruang makan. Dia redupkan lampu, lalu nyalain lilin, menu masakan italia..whuaaaa..what a romantic dinner! She spoiled me! ;;). Sayangnya daku tidak membawa kamera, gak bs mengabadikan indahnya. Sambil makanpun kita sambil cerita2. Dia cerita buanyak tentang perjalanan hidupnya..lalu aku mencoba mengimbanginya. Selesai makan, aku diajak ke lantai atas, masuk ke ruang kerja dia. Semua dindingnya penuh buku!Aku dikasih pinjem, suruh pilih sendiri. Lalu diajak diskas rada serius ttg psikologi :-). Banyak buku yg menarik, tp krn setelah baca aku diminta diskas ma dia ttg isi buku itu daku pilih dua saja :-D. Happy Child-Martin Seligman. Aku suka bggt ma tulisan Seligman, 3 bukunya yg lain dah jd koleksi bukuku. Yg satu ini aku lom pernah liat. Buku satunya lg yg kupilih Raising Child-Myth. Kynya seru bggt soale sekilas aku baca isinya, buku ini menyampaikan berbagai fakta untuk menumbangkan beberapa teori perkembangan anak yg selama ini masih dipakai di psikologi, dan dianggap mitos! Udah puas ngublek2 rak buku. Aku diajak ke "taman" kecil gt di samping rumahnya. "This is cat's playground" Whuahhhh..terbelalak daku melihat banyak mainan tp buat kucing..bukan buat anak2. .:-o Jam sebelas malam aku pamit pulang, ditelponin taxi. Marged bilang minta maaf gak bisa anterin aku pulang krn dah minum wine gak boleh nyetir.. :"> . Sambil nunggu taxi di depan rumahnya, aku ngiler liat koleksi mawarnya yg emang lg pd nge-bloom smua. Kuciumin satu2..beda warna beda wanginya. Lalu dia masuk rumah mengambil gunting, dan membawakan aku pulang beberapa tangkai mawar. Hanya ini yg aku bisa foto..:-( Gt ceritanyaaaaa..What a marvelous night! I'll never forget it. NEVER!!! 
Tadi pagi aku liat berita di tv tentang dilarangnya anak2 memakai kostum superhero (superman, batman, spiderman dan teman2nya) di sekolah (playgroup dan kindergarten) di Victoria-Australia. Alasannya karena menjadikan anak tidak bisa membedakan antara realitas dan fantasi dan bisa mendorong anak menjadi agresif. Aneh... Kalau tidak bisa membedakan realitas dan fantasi ya memang menjadi karakter anak. Tepatnya belum bisa, karena memang dipengaruhi oleh perkembangan kognitifnya. Lagi pula kemampuan anak untuk berimajinasi atau berfantasi sebenarnya malah harus dirangsang supaya juga menstimulasi perkembangan kognitifnya. Makanya -symbolic play- salah satunya bermain peran itu diajarkan ke anak2. Main rumah2an..dokter2an..superhero2an dll. Selain kemampuan kognitif, permainan ini juga merangsang kemampuan belajar bahasa dan berteman (hubungan interpersonal). Anak memang bisa menjadi agresif karena modeling atau meniru. Tapi ini juga tergantung bagaimana lingkungan memperlakukan stimulus yg ada. Kalau ortu dan guru bisa menjelaskan ke anak secara positif saat anak meniru kelakuan sang superhero, agresifitas gak akan terjadi. Tp bahwa dengan memakai kostum superhero anak menjadi agresif, sehingga harus dilarang..ahhh..kok rasanya ada ada missing link-nya!
Demi memanfaatkan persediaan sunday saver ticket di dompet, hr Minggu kemaren aku ngeluyur ke city. Habis sayang banget klu kesempatan pakai public transport murah tidak dimanfaatkan, hi3. Sunday Saver ticket bs dibeli di news agent, seharga 2.5 dollar aussie. Itu sudah harga tiket untuk daily, berlaku untuk semua zone dan semua jenis kendaraan umum (bus, train, tram), tapi khusus hari Minggu. Kalau hari normal harganya AUD 9.90, jauh kan bedanya?Makanya musti dimanfaatkaaaaan..:-P Berangkat dari rmh jam 11 siang, pengen liat2 aja di Direct Factory Outlet dan Victoria Gardens Shopping Centre. Belakangan klu pas ke DFO aku paling betah di outlet book ma kitchenware (Matchbox) :-D. Outlet yg lain cmn scanning saja, nemu barang rada lucu siy di Giordano, tapi karena harganya kurang lucu (baca: mahal :-D) jadi tidak cukup menarik bagiku untuk membelinya, hi3. Di Victoria Gardens sasaran utamanya Ikea, dan lagi2 ngublek2 kitchenware section, ma nyari Ikea katalogue 2008. Rencana semula cmn liat2 ternyata pulang2 bawaanku lumayan berat, dan yg kubeli smuanya barang2 bodoh, ndak nahaaaaannnn..he3. Barang2 bodoh adalah terminologi yg kita (student sini) biasa pakai untuk menyebut barang2 di luar kebutuhan primer sebagai student. Makanya aku mau pengakuan dosa :-D. Barang2 bodoh yg kubeli (liat foto searah jarum jam mulai jam 12): - Buku: Hand Knits for The Home. Ini gara2nya aku suka ngiler ngeliat tante2 ato ibu2 ato bahkan nenek2 gt kusyu' mainan knitting di bis ato kereta. Makanya aku pengen belajarrrr..hi3. Gak sekarang siy, ndak tau kapan, pokoknya pengeeeeeeeeeeeeeennn!
- 2 cetakan es batu terbuat dari karet, warna ijo ma pink menyala. Kombinasi bahan pembuat dan warnanya itu menggemaskaaaaannn..ndak sanggup daku menahan diri, hi3.
- Measuring cups. Yg ini lucuuuuuuu, isinya 4 biji "gayung" lucu disatuin kyk gerombolan kunci gt, bwt ngukur2 ingredient masakan.
- Ice crem scoup. Ini jg kiyuuuuttttt abis, kombinasi warna dan desainnya itu loh..
- Mr Potato. Ini buat kupas2, bagian mata pisaunya terbuat dari stainless, ukuran badan Mr Potato pas banget bwt digenggam, dan yg penting lagi..lucccuuuuuu..:-D
- Silicon Egg Ring. Bwt nyeplok telur. Sayang cuman ada satu warna, klu ada warna lain pasti aku beli smua..:-D
- 2 Easy Squeeze. Yg ini juga unik dan lucu. Bwt mengeluarkan segala sesuatu dr kemasan yg berbentuk tube, kyk odol, pembersih muka dll.
- Piring Kecil. Krna suka warnanya ajah..imut. Klu dilat langsung imut bener, dr beling, tp klu diliat di foto kok kyk piring plastik yah..:-D
- Buku: Cakes and Bakes 500. Isinya 500 buah resep lengkap dengan foto yg menggiurkan; dari cookies, muffin, pie, cakes sampai bread..luengkap. Pengen nyoba bikin smuanya. Kapan? Ya kapan-kapaaaaaaaaaaaannn, hi3.
Pas 9. Gak sengaja..itu angka keberuntunganku!Msh banyak lg barang2 bodoh yg pingin kubeli; funky apron, silicon cake tray/muffin tray, grilling pan, pisau yg bagus, food processor..whuaaahhhh..kok msh banyak. Dah ngintip harganya, tp gak lucu blas alias muahal. Kecuali buku, yg kubeli itu harganya masing2 ndak lebih dari $5. Murah kaaannn???:-P. Tar searching2 lagi..kali ajah msh ada yg nyelip ato tar nunggu boxing day skalian..;;)
Wkt masih jaman kuliah di Jogja dulu dan masih suka lembur (kebut semalam siapin ujian ato kerjain tugas :-D) aku sering denger radio Australia, secara dulu belum banyak radio FM yg siaran 24 jam. Ada salah satu penyiar yg sering mengudara dan begitu akrab suaranya di telingaku, namanya Nuim Khaiyat. Pas lg belajar di Melbourne ini, aku bisa bertatap muka dengan bliau. Ternyata figur bliau jauh berbeda dengan yg aku bayangkan selama ini. Aku dah membayangkan sosok penyiar radio yang funky gt. Juauh!!! Beliau ternyata sosok kaum ulama di Melbourne. Sehingga diriku harus merivisi total sosok imajinasiku thdp bliau.. :-D. Pertama kali bertatap muka dengan bliau setahun lalu di KJRI Melbourne klu gak salah pas Upacara Tujuhbelasan, setelah itu rada sering. Bliau memberi khotbah ied thn lalu di Monash Uni, dan sering juga memberi ceramah/khotbah di masjid Westall. Pas liat daftar khotib sholat tarwih di Masjid Westall, yg kucari adalah nama bliau. Dan merayu housemate, ngajak tarwih ke masjid, biasanya aku tarwih di rmh. Masjidnya agak jauh siy, klu brangkat sama housemateku kan bisa nebeng pakai mobilnya, hi3. Walhasil aku berhasil bertatap muka lagi dengan bliau. Wajahnya teduhhhhh..banget. Sedikit info tentang kegiatan masjid Westall, dan sedikit gambaran kota Melbourne yg diliput SCTV bbrp wkt lalu klik di sini.
Barusan ada postingan temen di milis ttg Ahmad Dhani-Dewa yg diinterview di acara Sunrise TV7-Oz. Pas siarannya, aku sendiri malah gak liat, ketiduran kyknya..:-D Topiknya menarik benernya; bagaimana Dewa sebagai grup musik rock muslim Indonesia mencoba mengirimkan pesan cinta kepada islam radikal. Sayangnya spertinya Dhani kehilangan momentum saat wawancara, jadinya informasi yg Dani berikan cuman..mbulet dan..yaaachhhhh..penonton kecewa berat. Karena kendala bahasa???? Ayo bapak2..ibu2..putra-putrinya diajarin bahasa Inggris yg bener yaaaa... Klu pingin liat silakan di klik di sini.
Penyakit "kenapa"ku kambuh. Ini bukan "kenapa" yg biasa ditanyakan anak2 krn luapan rasa ingintahunya yg justeru hrs kita respon dengan suka cita dan menghujaninya dengan jawaban yg melimpah ruah. Ini "kenapa" yg patologis :-(. Penyakit lamaku dan kurasakan sangat mengganggu. Kambuhan memang dan aku hrs susah payah menghalaunya. "Why Me?; Why this? Why now?". Pertanyaan org2 depresif yg gak perlu dijawab..hi3. Anyway, barusan aku kunjungi blog FS ku..inget lg bgmn aku bs menepis pertanyaan2 konyolku itu.. Belum lama ini, seorang teman tanya ke aku, “Tin..gmn kita tahu kehidupan keluarga seseorang itu bener2 bahagia ato tidak?” Rada kaget jg dg pertanyaannya. Ngapain jg siy susah2 nyelidiki bahagia tidaknya org lain. What for? Aku terus inget dengan sebuah buku yg pernah aku baca, “Happiness is A Serious Problem”-Dennis Prager. Buku ini memberikan ilustrasi ttg “bahayanya” membandingkan diri kita dengan orang lain dalam hal mencari kebahagiaan. Gini ilustrasinya... Dua pasang suami istri pergi ke sebuah rumah makan untuk makan malam bareng. Masing2 pasangan itu sama2 bertengkar hebat dalam perjalanan menuju rumah makan. Namun ketika bertemu, mereka bisa menyembunyikannya dan semuanya seolah terlihat baik-baik saja. “Hai..apa khabar kalian berdua..!” tanya salah seorang. “Luar biasa…bagaimana kalian sendiri?” kata pasangan yg lain. Dan jawabnya memang tidak jauh berbeda. Selama menyantap makan malam juga tidak terlihat sedikitpun kalau mereka habis bertengkar sebelumnya. Mereka saling bercerita, bercanda dan tertawa. Dalam perjalanan pulang terjadi percakapan di antara pasangan pertama, “Tadi lihat tidak, betapa bahagianya mereka. Dan mereka juga tampak begitu saling mencintai. Mengapa kita tidak bisa sebahagia mereka?” Di mobil pasangan yg kedua juga terjadi percakapan yang sama persis “Tidakkah kamu melihat betapa bahagia dan saling mencintai mereka berdua. Mengapa kita tidak bisa sebahagia mereka?” Setelah makan malam itu, kedua pasangan itu tidak hanya merasa tidak bahagia karena pertengkaran mereka sendiri tp juga karena merasa pasangan yg lain lebih bahagia dari mereka! Itulah bahayanya. Ketika kita membandingkan diri kita dengan orang lain, bisa jadi kita akan menjadi lebih tidak bahagia lagi karena kita mendapati orang lain lebih bahagia dari kita. Padahal yg terlihat oleh kita seringkali cuma penampakan luar..yg sudah berbalut sutra bertahta intan berlian permata...whuahahaha... “Urip ngono sawang sinawang, nduk...” gitu asesanti simbah2 saya dulu.
Hari Minggu, 16 September 2007 digelar sebuah festival music spektakuler di Monash University-Clayton campus. Beruntung banget diriku bisa menjadi salah satu penontonnya. Festival ini digelar tiap tahun, sebagai project dari Monash University Academy of Performing Arts. Jadi students yg punya nyali dan prestasi “adu” kepintaran main musik ma dosennya pada satu panggung. Festival tahun lalu aku juga nonton, tapi konsepnya beda banget. Tahun lalu dinamai Monash Philharmonic Music Festival dan performernya tidak hanya dari Monash Uni, tapi juga music society lain sekitar Melbourne. “Music in the Round” sendiri sebenernya merupakan konsep festival musik yang berasal dari ide kreatif seorang pemain biola Melbourne McDermott, yang kemudian menjadi desain original dan inspirasi festival chamber music populer di Melbourne. Baru tahun ini Monash mengusung konsep ini di kampus. Music in the Round at Monash di mulai dari jam setengah satu siang sampai sekitar jam 9 malam. Sampai jam setengah lima sore ada 4 sesi performance yang parallel di 5 indoor stages. Wah, rada bingung pilih stage yang mana, soalnya kita ndak bisa bludas-bludus alias keluar masuk tempat pertunjukkan apalagi yang musik klasik, bisa diplototin yg lain. Di sesi pertama aku bingung pilih antara: Monash Stage Band (plays Duke Ellington) vs Bach & Grieg (double concerto for Violin and Oboe) vs Bach to Bernstein (the glory of brass spanning three centuries). Akhirnya akupun memilih Bach yg dimainkan pakai biola dan oboe. Bach istimewanya di melodinya yang nge-slow dan deeply touching. Nah klu mainnya pakai violin and oboe pastilah cocok..semakin menyayat2 gt..aku butuh katarsis soalnya..hi3. Benar saja..belum 5 menit senar2 biola itu melengking2..daku sudah berurai airmata. Biasalah, seringkali daku mengingkari sakitnya duka dan perihnya derita..hiks..ketika tiba2 ada media untuk mengekspresikannya..jebollll dehhhh.. Tapi habis gt rasanya plong banget..:-) Sesion kedua gak gitu susah pilihnya, tiada lain tiada bukan: Chamber Jazz. Apalagi Robert Burke juragannya study jurusan musik jazz Monash Uni ikut ngejazzz.. whuahhhhh..menggelepar2lah daku..(stage yg lain bawain karya Schumann & Hurlston; Beethoven; Mozart; S.Saens). Sesi ketiga..empat..wisss..aku males beranjak dari Jazz Studio stage. Ada Monash World Music ma Brazillian Jazz. Monash World Music memainkan musik tradisional dari berbagai belahan dunia yang dikemas secara estetik dan modern. Aku dah pernah ngeliat Monash World Music di International Jazz Festival di Melbourne beberapa bulan lalu. Aku suka banget ma warna musik2nya dan dah kadung jatuh cinta ma Sam Evans yang “hot” banget mainin semacam gendang gt. Terus Jethro-drummer- meski penampakannya gak ndayani blas (tampang petugas laborat gt..:-D)..klu dah nggebuk drummm..duh3. Beberapa kali nge-jam..dirikupun terkaing2..muantap puolll. Brazillian Jazz-nya super duper dehhh. Selain karena si Robert Burke muncul lagi ada Doug De Vries, gitaris, yg jadi dosen tamu di Monash Uni yang khusus didatangkan dari negara asal muasal Brazzilian Jazz itu sendiri. Jam setengah enam sore ada pertunjukan “Sonic Art Laptop Quartet” di outdoor stage. Aku sempat nonton sebentar, ada 4 org utak-utek laptop terus mengeluarkan bunyi2an infra/ultrasonic gt bersahut2an. Sayangnya aku gak bisa nonton pek habis, pulang dulu, buka puasa..hi3. Jam setengah tujuh malam aku balik kampus, masih kebagian satu komposisi dari Ensamble Jazz di outdoor stage. Terus jam 7 malemnya di Robert Blackwood Hall, Monash Academy Orchestra mengusung karya Handel, Berlioz, Rossini dan Respaghi. Menampilkan pula soloist soprano dan clarinet, yang untuk bisa tampil malam itu musti melalu kompetisi dulu. I was so lucky; I was there and enjoyed such an amazing music festival. And as usual when I watch the live music I love.. I got my Big O..again and again..;;)
Pas buka mata tadi pagi badanku rasanya ndak enak, meriang..adem panas, gak punya tenaga buat bangun. Sambil masih merem melek aku raih remote bose cd playerku, nge-play mp3 Crisye (alm). Aku gak gt apal judul2 lagu bliau, cmn sampai siang ini msh terngiang2 salah satu lagu Chrisye yang di penghujungnya ada potongan tembang jawa seorang waranggono.. "laraning lara..ora kaya laraning wong kang nandang wuyung...mangan ra doyan, ra jenak dolan, neng omah bingung.." hhmmm..saat aku msh bertanya2 kenapa hr ini badanku krasa gak enak..seolah tembang td memberikanku jawaban..whuaaahhhh..melow-ku kumat..:-o Beberapa wkt lalu aku pengen banget jatuh cinta (lagi), tp kini setelah benar2 jatuh cinta kenapa yg kurasakan bukannya indah seperti yg kubayangkan. Sebaliknya..perihhhhh..pedihhhh..tak tertahankaaaannnnn. Duh Gusti..mugi enggal paring usodo anggen kula nandang wuyung..
 | Jealousy | Aug 31, '07 2:35 AM for everyone |
Kalau ngomongin Jealousy ato cemburu..yg pertama kali terngiang di kuping adalah lagunya Queen dg judul yg sama..dalem dan kena! Oh how wrong can you be? Oh to fall in love was my very first mistake How was I to know I was far too much in love to see? Oh jealousy look at me now Jealousy you got me somehow You gave me no warning Took me by surprise Jealousy you led me on You couldn't lose you couldn't fail You had suspicion on my trail
How how how all my jealousy I wasn't man enough to let you hurt my pride Now I'm only left with my own jealousy
Oh how strong can you be With matters of the heart? Life is much too short To while away with tears If only you could see just what you do to me Oh jealousy you tripped me up Jealousy you brought me down You bring me sorrow you cause me pain Jealousy when will you let go? Gotta hold of my possessive mind Turned me into a jealous kind
How how how all my jealousy I wasn't man enough to let you hurt my pride Now I'm only left with my own jealousy But now it matters not if I should live or die 'Cause I'm only left with my own jealousy Benarkah cemburu itu tanda cinta? Ato sebenernya alih2 saja untuk mencari pemakluman atas segala tindakan “bodoh” seseorang untuk menutupi kegelisahannya? Jealousy ato cemburu merupakan salah satu bentuk emosi yang kompleks, perpaduan antara takut, marah, sedih, cemas, dan kecewa. Karenanya penelitian tentang Jealousy tidak bs dilakukan secara simple. Tidak mudah mengenali orang yg lagi jeles dari ekspresi mukanya. Sebuah penelitian dg desain eksperimen dilakukan oleh Krystyna Stryzewski-Aune (1993), dg sample penelitian beberapa pasangan yang sedang kencan. Jalannya eksperimen rada konyol tp menarik. Ketika pasangan2 kencan itu tiba di laboratorium, mereka dikasih tau peneliti klu ada trouble ma video cameranya, trus penelitinya pergi bwt ngatasi troublenya, tinggallah pasangan2 itu ma beberapa asisten peneliti yang menarik, seksi..laki ma perempuan. Separo dari pasangan itu diberi perlakuan yang wajar2 saja..diajak ngobrol biasa. Sementara separo yang lain digoda2 gt..disenggol2..dielus2 punggungnya..tangannya..whuaaaaa..(gmn bs dpt ethics approval ya penelitian kyk gini..:-D) Dr penelitian itu didapati ternyata para wanita pencemburu tetap bisa tersenyum dan ramah, para pria pencemburu hanya cenderung menghindari percakapan. Ekspresi emosi negatif yg biasa muncul saat cemburu merajalela sama sekali ndak kluar. Repotnya seringkali orang membuat konstruk yg berbeda dalam menerjemahkan 'cemburu'. Penelitian yang dilakukan oleh Ayala Lines dari California, menemukan bahwa si pencemburu menganggap “cemburu” sebagai emosi yang positif dan lebih suka kalau pasangannya juga cemburu. Sementara yang bukan pencemburu menganggap cemburu itu sebagai tanda ketidakmatangan.Nah loh, si pencemburu vs non-pencemburu klu berantem pasti tidak akan capai titik temu dan makin membakar api cemburu! Ayala jg menemukan org2 yang setia tidak terlalu pencemburu sementara mereka yang pernah melakukan affair lebih cemburuan. Hayyoooo, klu pasangan Anda pencemburu..WASPADALAH!!!he3..! Pada tingkat tertentu memang ada korelasi antara jeles ma cinta. Jika Anda tidak mencintai seseorang, mungkin Anda tidak akan pernah merasa takut ato cemas jika dia meninggalkan Anda untuk kencan ma orang lain. Tetapi tidak berlaku sebaliknya! Seseorang yang sangat pencemburu belum tentu memiliki rasa cinta yang lebih besar dibandingkan dengan mereka yang tidak begitu cemburuan. Seorang Antropologist tsohor, Margaret Mead menyimpulkan dari hasil risetnya bahwa : “Cemburu itu BUKAN barometer seberapa besar cinta seseorang, tetapi cemburu merupakan indikasi adanya perasaan tidak aman (insecurity)”. Perasaan tidak aman ini biasanya menghinggapi orang2 yang rendah low esteem-nya, tidak percaya diri, merasa terkucil, merasa tidak dicintai, dan merasa tidak menarik. Jadi..jelaslah..sesungguhnya jeles ato cemburu itu dasarnya bukan kekuatan cinta seseorang kepada pasangannya, melainkan perasaan seseorang terhadap dirinya sendiri. “Jika engkau lebih takut kehilangan cemburumu daripada kehilangan dia. Peluk sendiri saja cemburumu itu..relakan dia pergi berteman sunyi dan damai mencumbunya..” Reference: Hammond, C. (2006).Emotional Rollercoaster.London:Harper Perennial. (tulisanku ini pernah aku posting di blog FS bbrp wkt lalu)
Magang di islamic school mengharuskanku memakai "seragam" muslimah. Waktu pertama aku cerita ke Ibuku di Indo lewat telpon , ibuku girangnya bukan main. Katanya, "Wuk, mengko nek wis biasa jilbaban, awakmu iso ngrasakke nek ra nganggo jilbab malah risih loh..seneng ibuk". Hi3..sayangnya aku tergolong "naughty" gt de..pakai jilbabnya klu mau masuk gerbang sekolah ajah, gt kluar gerbang pas pulang langsung copot lagi. Geraaahhhh...:-D Suatu saat, aku bangun agak kesiangan. Rasanya dah hampir gak keburu ngejar bis ke Clayton jam 07.57 dr busloop padahal abis gt nunggu bis berikutnya agak lama. Dan klu dah ambil bis yang jam segitu nyambung ke kereta dan bis berikutnya jg mepet banget musti berlarian, dan akan tiba di sekolah pas banget ma jam masuk sekolah, keburu gerbang sekolah ditutup, pasti gak sempat pasang jilbab dengan benar,hi3. Jadinya sambil tergopoh2 menuju busloop aku pasang jilbab.. Upppssss..hampir saja aku ketinggalan bis!Untung lambaian tanganku msh bisa diliat driver bisnya dari kaca spion, selamatlah aku. Sambil terbengong2 di dalam bis aku pasang MP3 playerku. Dan dengerin lagu wajibku tiap pagi..my chemical romance..suka banget my album Welcome to the Black Parade, keren abis! Sudah deket ma perempatan Clayton station, jalan mulai merayap..mulai macet org ngantor, plus kena lampu merah..plus kena palang sepur. Ada bule setengah tua duduk berhadapan denganku, ada selisih satu baris tempat duduk yg kosong. Aku tau klu dari aku naik bis dia ngeliatin aku mulu. Sesekali ajah aku ngelirik, terus cuek lah wong gak kenal ini. Lalu pas jalan lg macet itu tanpa sengaja aku bertatapan mata dengannya. Terus tiba2 mulutnya bergerak-gerak gitu, tanpa suara, sepertinya mau bilang sesuatu.. ... Aku serasa gak percaya dengan penglihatanku sendiri, makanya tak liatin lagi..nunggu dia ngomong lagi..dan..ternyata aku gak salah liat.. "YOU'RE FREAK!!!" gt dia bilang ke aku. Spontan singa yang menaungi zodiakku menggeliat..gghhrrrrrrrrr..kuku2 tajamnya mencuat..bulu2 di sekujur tubuhnya juga pada meronta..dan kilatan gigi taringnya beraksi.."thing".. Trus sebagian dari akal sehatku ngajakku berdialog..napa ya?Jilbabku miringkah?Lipstikku belepotankah?Ato aku terlalu keras nyetel My Chemi?Aku lepas earphone-ku..gak tuh..gak kedengeran kok dari luar rasanya..jadi..jilbabkukah? Arrrgggghhhhh..gak ada yg salah dengan diriku!Bodho amat bule itu mo bilang apa tentang aku..toh dia bukan apa2ku..cmn kebetulan ketemu di atas bis, mo ngata2in aku kyk apa jg hrsnya gak akan ngaruh ke aku..toh aku gak "berulah" duluan. Aku elus2 singaku.."tenang..syng..bobok2 lagi gih.." :-* Jd inget pertama kali aku "shock" wkt baru2 datang ke Oz dulu. Kami berombongan orang Indo lg di Bus Stop nunggu bis, kemudian tiba2 ada satu mobil berisi anak2 muda gt, sempat2nya mengurangi laju kecepatan mobilnya terus mendekati kami..buka kaca mobil.."cuman" mau nunjukkin kalo mereka punya jari tengah..dan bisa bilang "F### you asian"..mengenaskan!!! Jadi pengen pulang Indo..:-((
Sudah hampir dua minggu ini aku menjalani 3rd Placement. Setelah sebelumnya aku sempat menangis darah karena lom jg dapat tempat magang, akhirnya aku mendapat jalan terang. Teraaaanngggg.. banget. Sebuah islamic school di kawasan Springvale memberi ruang buat aku untuk blajar ngejalani peran seorang psikolog di sekolah. Jumlah siswanya sekitar 1000 anak untuk tingkat prep sampai secondary school. Waktu pertama kali aku datang ke sekolah ini untuk interview agak kaget juga, karena aku brasa ada di dunia "laen", bukan di Oz. Banyak ketemu anak2 "beraroma" middle east, asian ma afrikano gt. Selama dua minggu ini aku kejar setoran, assessment buat apply funding program integration aid dan speech intervention. Sejak hari pertama aku masuk langsung dikasih daftar anak yg perlu di-ases. Pun ketika aku baru saja nempelin pantatku di kursi kerja yg disiapkan buat aku, aku mau langsung diajak ke kelas, menculik anak yg mau di-ases. "Just give me a sec..need to be familiar with the test stuff..", rengekku menghiba. Memang terakhir aku pegang perlengkapan asesmen dah setahun lalu. Hari ketiga asesmen, aku jemput anak di kelas prep, sebut saja Lukman. Penampakannya rada bule gt, putih, rambutnya pirang gelap, matanya coklat. Aku kerahkan semua jurus untuk membangun rapport sebelum melakukan asesmen. Soalnya si Lukman ini suka malu2 gt, klu ditanya jawabannya pendek2. Duh, senangnya hatiku ketika aku mampu membuat Lukman mulai semangat buat berinteraksi denganku. Matanya langsung berbinar2 pas kuajak ngobrol acara tv. Lukman suka nonton Hi5, untungnya sesekali aku jg suka nonton Hi5 jd bs rada nyambung ngobrolnya. Terus tiba2 Lukman ngomong, "I can speak Indonesian" "Really?" tanyaku. Terus tak ajak ngomong2 bahasa Indo. Dia memang ngerti klu diajak ngomong pakai bhs Indo, setidaknya bisa jawab dan kadang jawabnya pun pakai English. Dianya sendiri tidak punya banyak stok kosa kata Indo. Terus aku menduga2 pasti salah satu ortunya orang Indo, makanya terus tak tanya2.. "Is your Mum Indonesian?" "Nha.." "Your Dad is Indonesian.." "Nha.." Wahhh..kok hipotesisku salah yaaaaa..:-D Terus demi melihat tampangku yg kebingungan plus bola mataku yg mengerjap2 gt dia bilang gini.. "My Mum white.." "But my Dad black" Sejenak jawabannya spertinya membuat tampangku tambah bingung gt deee, terus untuk menjawab penasaranku tak tanya lagi.. "Your Dad's Black? Looks like me?" tanyaku.. Terus dia cmn senyum2 inosen gt sambil menganggukkan kepalanya beberapa kali. Aku nyengir doang. Terus beberapa detik kemudian aku berhasil beradaptasi dan mencoba melihat dunia Lukman dengan kacamata Lukman. Oooooo..bapaknya yang Indo..batin aku. Lukman..lukman..hampir saja aku "kebawa" ide2 rasis gt..masak siy anak seusia lukman (5thn) bs mikir sejauh itu. Pikiranku ajah yg ngawur, masalah sederhana dibikin ruwet. Ehmm..tp enak juga ternyata, ketika aku mencoba berfikir dengan "cara" Lukman ini. Melihat persoalan itu "black and white" only. Iya dan tidak saja. Just love or leave it. Simple bangget dan gak bikin puyeng. Sementara dunia orang dewasa begitu complicated..yg diantara black n white masih ada grey, light grey, dark grey, broken white, whitesmoke, ghostwhite..hallaaahhh..msh buanyak lagi yg laennya pasti. Kenapa begitu? Apakah ketika sudah dewasa kita malah kehilangan rasa percaya diri kita, sehingga kita tidak bisa lugas menyampaikan ini itu? Atau ketika dewasa kita takut dicap naif kalau cara berpikir kita begitu sederhana? Atau ketika dewasa kita sudah terlalu banyak belajar dan justeru itu membuat kita semakin lama membuat pertimbangan, terus ujung2nya malah makin bingung, dan semakin sulit untuk mengambil keputusan: iya/tidak? Kenapa semakin dewasa justru kita belajar menjadi seorang pengecut yah? Tidak berani bilang black or white..iya atau tidak..seringkali kita mencari enaknya saja..cari jalan tengah..yang tidak terlalu beresiko..setengah iya setengah tidak. Plin plan dong? Ahhhh..susah memang memahami org dewasa.
Hari minggu 12 Agustus 2007, Faifax Studio-the Arts Center-Melbourne serasa hendak roboh oleh riuh rendah standing applause penonton setelah Kua Etnika mengantarkan lagu penutupnya.."Cublek2 Suweng'. Faifax Studio adalah salah satu theatre di the Arts Centre yang berkapasitas 376 org dan nyaris dipenuhi penonton. Sebagian besar penontonnya bule, hanya beberapa gelintir org Indo itupun didominasi org Konjen. Kua Etnika membawakan belasan komposisi musik Indo etnik kontemporer, yang diracik dari beragam bunyi2an dengan nilai estetik. Dari sumber bunyi yang umum dikenal sebagai alat musik sampai yang tidak biasa dipakai untuk bermusik, seperti mainan anak2 (senapan kayu yg bunyinya "othok2", telpon2an yg terbuat dr kaleng bekas). Ragam musik tradisional yang dibawakan jg cukup banyak, dari Jawa Klasik, Bali, Banyuwangian, Suroboyoan, dan Kalimantan. Ada unsur ngejazz, ngeswing, ngerock bahkan ngehip-hop. Ada satu komposisi yang menyuguhkan ost Mission Impossible dengan interpretasi yang beda, komposisi lainnya merupakan karya cipta Kua Etnika. Tontonan musik yang disuguhkan bernuansa teatrikal yang sangat kaya unsur entertainmentnya. Banyolan-banyolan yg dilontarkan juga seringkali mengundang tawa penonton, hanya pas mereka mengantarkan Juzzla-Juzzli (plesetan dr jula juli-suroboyoan), kebanyakan penonton tidak paham, mungkin karena banyak menggunakan verbalisasi bahasa suroboyoan. Tri Utami jg tampil habis2an. Bagi saya penampilannya di Kua Etnika sangat beda dengan kesan serem dan arogannya pas jadi komentator AFI (maaf). Dua jam penuh konsernya berlangsung. Sewaktu saya naik tangga eskalator gedung menuju pulang, bulu kuduk saya sampai berdiri nguping komentar penonton di sekeliling saya..sungguh.. "What a great concert!" "It's very nice to see such an amazing concert!" "We're so lucky..we still got the ticket" Duh..I'm proud to be Indonesian..:-) *Kalau pingin lebih kenal dekat dengan Kua Etnika silakan kunjungi websitenya http://www.kuaetnika.com/ *Kalau pingin denger komposisi Kua Etnika silakan buka Music Page MP saya ini.
Nyambung tulisanku terdahulu ttg komitmen di "happiness paradox".. Ketika mengikat janji, maka mau tidak mau "aturan main" harus dibuat, agar dua individu dengan latar blakang yang berbeda, kemauan beda, harapan beda dst..gak saling "mendahului"..yang kuat menjadi penguasa..ato yg suka ngalah malah jd babak belur terinjak2..ato klu dua2nya kuat..brotoyudoan terus2an..duhhhh! Dan..rela tidak rela..mereka musti mengorbankan sebagian kebebasannya. Ya, itu memang konsekuensi atas "kebodohan" mereka ndiri..hue3. Gawatnya klu dah menyentuh ranah sifat, karakter, "kebiasaan"..trs yg satu berusaha mengubah kebiasaan yg lainnya..tanpa mau "ngaca" melihat dirinya sendiri..duh2..pasti chaos!! Aku pnya ceritanya..true story lg.. Pasutri yang sama2 pulang kerja..sama2 capeknya dong. Istri langsung ke dapur, nyiapin makan malam sementara suaminya mandi. Abis mandi, si suami main PS sambil menunggu istrinya gantian mo mandi. Saking asyiknya main PS..dia ndak nyadar..istrinya mondar-mandir di blakangnya, blom jg mandi. Si istri mendapati handuknya basah nyantol di kamar mandi..abis ada yg pakai..nyari handuk kering di lemari gak nemu. Padahal mustinya ada beberapa.. "Bang..handuk pada kemana yaaaaa.." tereak istrinya dari kamar.. gak ada jawaban.. "Baaaaannnggggggggggggggg..." "Iyaaaa.." sambil terus main..nanggung..hampir menang.. Bergegas si istri nyamperin suaminya.. "Abaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaannnggggggg.." "Iya..syng..kekasihku..juwitaku..pujaan hatiku..ada apa?" sambil nge-pause mainannya. Duh..ucapan sayang itu gak brasa ada manis2nya sedikitpun..malah kyk bensin yg disiram ke api gt..whuualaaahhhhhh... "Handuk yg lain pd kemana??? Aku mau mandi, handukku basah" "Iya..td abang pakai, km kan bisa pakai yg lain..biasanya yg dah dicuci km taruh dmn?" Oooo..cuman handuk..ribut amat sih..pikir si suami..trus lanjutin nge-game.. Si istri nyari2 lg handuk di lemari pakaian..tetep gak nemu..terus menyelusuri penjuru kamar dg matanya yg mulai nanar..Nemu satu handuk lembab di cantolan baju blakang pintu..halaaahhhh..Satu lagi di atas lemar pakaian setengah kering gt..tp dah bau jamur..ahaaaa..satu lg nglimpruk di bawah kolong. Makin panasssss.."ngelabrak" suaminya.. "ABAAAAAAAAAAAAAAANNNGGGG!!! LIAT!!! Kapan abang mau naruh handuk basah di tempat yang benar??? Handuk basah ada dimana2. Handukku satu2nya Abang pakai pula. Abang kan tau aku gak bs pakai handuk basah klu habis mandi!" "Galak amat sihhh..masalah handuk ajah kok marah2 gt.." bujuk suami sambil mo memeluk istrinya.. "haaaahhhhhhhhh!!!" si istri ogah disentuh suaminya. "Idih marah..abang dah laper niy..buruan mandi gih.." Istrinya dah siap buka mulut untuk melancarkan "pelor2" selanjutnya..Tp dah keburu di"cegat" suaminya..glekkk.. "Syng..sabar dong..manis dikit napa siy?" "I'll try to be nice if u'll try to be smarter!" Si istri bergegas menuju kamar..dan..Gubraaaakkkkkk..pintu kamar dibanting..dikunci dari dalam.. Si istri pilih tidak mandi..di kamar brusaha menenangkan hatinya yg lg mendidih. Merenungi diri.. napa suamiku ndak bs mengerti aku..napa kerjaan rumah yang seabrek hrs aku sndr yg beresin..napa suamiku naruh handuk dg bener ajah ndak bisa..dan napa-napa yg lain.. Si suami masih di depan TV yg dah mati jg bingung..lg merenung jg..napa istriku jd gampang sewot blakangan ini..napa krn masalah handuk aja istiku bs kalap..napa istriku ndak bisa memahami kebiasaanku..napa istriku ndak bs menerima aku apa adanya.. Makan malam dingin sudah..tanpa ada yg menyentuh.. Huehuehue..tragiskan? Cmn masalah handuk!!! Itulah..repot memang ketika masing2 pnya kebiasaan yg beda..tambah repot ketika seseorang menuntut pasangannya untuk berubah sementara diri sendiri gak mau berubah.. Maunya siy..pasangan mengerti dan bisa menerima apa adanya.. Whuaaahhhhhhh..kok puenak??? Unconditional love? Adakah???? Could u do something for ur partner without IF ??? Mustinya ada aturan main..dan IF itu.. Unconditional love itu hanya dimiliki oleh seorang ibu buat anaknya..Kalau mengharapkan unconditional love dr pasanganmu..ya kawini saja ibumu..waqaqaqaqaaaaaaa.. (diambil dr blog-ku yg satunya..:-D: http://antinmulyo.blogs.friendster.com/insight/2007/07/ill_try_to_be_n_1.html)
geliat buih cinta itu sungguh mempesona lentik gemulai menantang binalnya gelombang samudra mendesah pasrah menghujam bibir pantai melenguh teduh terhempas ke laut lepas tanpa batas ougghhhhh… ajak aku.. lenggokkan tubuh ikuti molek geliatmu dendangkan lagu selaras smaradhahana-mu buaikan angan menukik langit luas tak berkelabu indaaahhhh..
beralas rumput kering meranggas duduk lunglai terkulai kucoba tembangkan lagu tak temukan kata senandungkan nada tak kudapatkan irama l..e..l..a..h... saat otak hening tak berfikir harap enggan ber-asa fantasi beku terbelenggu desah angin syahdu mendayu di sela helai rambutku wangi sisa butir embun pagi gemulai merayapi lubang hidungku dekap cakrawala senja hangat menggelayuti ragaku d..a..m..a..i… bahagia tidak kemana cinta ada di sini
Pernah denger lagu “Nature Boy” dong.. Lagu klasik bicara2 ttg cinta. Barusan tak intip di Wikipedia-Encyclopedia yang berhasil ngelisting lagu ini..dan ternyata dah didaur ulang dalam 49 versi!!Padahal ada beberapa versi lain yang aku punya tapi gak ada di list itu, sperti versinya Natalie Cole, Aaron Neville dan Selena Jones. Dan mungkin msh banyak lagi versi lain yang aku ndak tau..:-D Dr beberapa versi yang pernah aku dengar, yang paling kusuka dari “Standards Album”nya Aaron Neville. Album ini ngusung lagu2 jazz standard gt, salah satunya Nature Boy. Versi ini dahsyat bggt..selalu saja bikin aku merinding tiap kali dengerinnya..duaaallleeeeeeeeeeeeemmm..buangggeeeetttt.. Apa siy istimewanya lagu ini?Liriknya sederhana, meski ada beberapa metafora, tp lugas: There was a boy A very strange enchanted boy They say he wandered very far Very far over land and sea A little shy and sad of eye But very wise was he And then one day A magic day he passed my way And while we spoke of many things Fools and kings This he said to me: "The greatest thing You'll ever learn Is just to love and be loved in return"; “Love and beloved in return...” ada lagi yang membahasakan “Love is a Verb” Cinta itu kata kerja..cinta itu memberi..dan kalau kita dah memberi..kita akan mendapatkan cinta itu,automatically..! Indah banget klu seandanya “hukum” ini berlaku tanpa anomali.Sayangnya kondisi homeostatic itu gak pernah terjadi. Penyimpangan itu selalu ada.. Kenapa??? Supaya kita tak berhenti menganalisa..dan kita jadi terus berpikir..dengan brpikir maka kita tetap “hidup”..dan hidup pun menjadi dinamis!!!! Anyway..dari dulu hingga kini aku tetap pemuja cinta.. Dan berharap anomali itu gak lagi menghantuiku.. Saat menulis ini pun aku sedang dengerin Nature Boy-nya Aaron Neville..lagi..dan lagi.. I wish I could share it with you..:-B Cheers,
| |